Cara Mencari Jurnal Ilmiah Scopus

5/5 - (2 votes)

Sejarah Singkat Scopus

Scopus adalah database yang digunakan untuk mencari dan mengakses jurnal ilmiah dari seluruh dunia. Database ini dikembangkan oleh Elsevier, salah satu perusahaan penerbit jurnal ilmiah terbesar di dunia. Scopus pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 dengan tujuan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk menemukan dan mengakses jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang yang mereka minati.

Sejarah Scopus dimulai pada tahun 1999, ketika Elsevier mulai mengembangkan konsep untuk menciptakan database jurnal ilmiah yang dapat menyediakan akses yang lebih mudah bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa. Pada tahun 2000, Elsevier mulai mengumpulkan jurnal ilmiah dari berbagai bidang dan mengembangkan teknologi yang diperlukan untuk mengindex dan mengklasifikasikan jurnal ilmiah tersebut.

Pada tahun 2004, Scopus diluncurkan secara resmi dengan jumlah jurnal yang tercakup sebanyak 8,000 jurnal dari 1,500 penerbit. Dari tahun ke tahun, Scopus terus menambah jumlah jurnal yang tercakup dan penerbit yang bekerja sama dengan Elsevier. Pada tahun 2007, jumlah jurnal yang tercakup dalam Scopus mencapai lebih dari 15,000 jurnal dari 2,500 penerbit. Pada tahun 2010, jumlah jurnal yang tercakup mencapai lebih dari 18,000 jurnal dari 3,500 penerbit.

Sebelum Scopus diluncurkan, para peneliti, dosen, dan mahasiswa harus mencari jurnal ilmiah dengan cara manual, yaitu dengan melakukan pencarian di perpustakaan atau melalui berbagai database yang tersedia. Proses ini sangat lama dan tidak efisien. Oleh karena itu, Elsevier mengembangkan Scopus sebagai solusi untuk masalah tersebut.

Scopus mengumpulkan jurnal ilmiah dari berbagai bidang yang diterbitkan oleh lebih dari 5.000 penerbit di seluruh dunia. Jumlah jurnal yang tercakup dalam Scopus saat ini mencapai lebih dari 30.000 jurnal. Selain itu, Scopus juga menyediakan fitur untuk mengevaluasi kualitas jurnal dengan menggunakan indikator seperti Impact Factor, SNIP, dan SJR. Fitur ini sangat membantu para peneliti dalam mengevaluasi kualitas jurnal yang akan digunakan dalam penelitian mereka.

Scopus juga dilengkapi dengan fitur pencarian yang sangat canggih, sehingga para pengguna dapat menemukan jurnal ilmiah yang relevan dengan cepat dan mudah. Fitur ini sangat membantu para peneliti, dosen, dan mahasiswa dalam menemukan jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang yang mereka minati.

Scopus saat ini menjadi salah satu database jurnal ilmiah yang paling populer dan banyak digunakan di seluruh dunia. Keunggulan yang ditawarkan oleh Scopus membuat database ini menjadi pilihan utama para peneliti, dosen, dan mahasiswa dalam mencari dan mengakses jurnal ilmiah. Dengan Scopus, para peneliti dapat dengan mudah menemukan jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang yang mereka minati, mengevaluasi kualitas jurnal, dan mengecek plagiat.

Keunggulan Scopus

Database Scopus menyediakan akses ke jurnal ilmiah dari seluruh dunia dan digunakan oleh para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk menemukan dan mengakses jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang yang mereka minati. Scopus memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan utama para peneliti, dosen, dan mahasiswa dalam mencari dan mengakses jurnal ilmiah.

  1. Jumlah jurnal yang tercakup Scopus mengumpulkan jurnal ilmiah dari berbagai bidang yang diterbitkan oleh lebih dari 5.000 penerbit di seluruh dunia. Jumlah jurnal yang tercakup dalam Scopus saat ini mencapai lebih dari 30.000 jurnal. Dengan jumlah jurnal yang sangat besar, Scopus memungkinkan para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk menemukan jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang yang mereka minati.
  2. Fitur evaluasi kualitas jurnal Scopus menyediakan fitur untuk mengevaluasi kualitas jurnal dengan menggunakan indikator seperti Impact Factor, SNIP, dan SJR. Fitur ini sangat membantu para peneliti dalam mengevaluasi kualitas jurnal yang akan digunakan dalam penelitian mereka.
  3. Fitur pencarian yang canggih Scopus dilengkapi dengan fitur pencarian yang sangat canggih, sehingga para pengguna dapat menemukan jurnal ilmiah yang relevan dengan cepat dan mudah. Fitur ini sangat membantu para peneliti, dosen, dan mahasiswa dalam menemukan jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang yang mereka minati.
  4. Fitur anti-plagiarism Scopus memiliki fitur anti-plagiarism check yang membantu para peneliti untuk mengecek keaslian karya ilmiah yang akan diajukan.
  5. Dapat digunakan secara online Scopus dapat diakses secara online, sehingga para peneliti, dosen, dan mahasiswa dapat mengakses jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang yang mereka minati dari mana saja dan kapan saja.
  6. Menyediakan metrics untuk mengukur kualitas jurnal Scopus menyediakan metrics seperti Impact Factor, SNIP, dan SJR, yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas jurnal.
Artikel Menarik Wajib di Baca  Translate Bahasa Inggris Profesional untuk Publikasi di Scopus

Cara Membuat Akuns Scopus

Untuk dapat mengakses Scopus, Anda harus membuat akun terlebih dahulu. Berikut adalah cara membuat akun Scopus:

  1. Buka halaman utama Scopus di https://www.scopus.com/
  2. Klik tombol “Create Account” di kanan atas halaman.
  3. Isi formulir pendaftaran dengan mengisi informasi yang diperlukan, seperti nama, alamat email, dan kata sandi.
  4. Klik tombol “Create Account” untuk menyelesaikan proses pendaftaran.
  5. Anda akan menerima email konfirmasi pendaftaran dari Scopus. Klik link konfirmasi dalam email tersebut untuk mengaktifkan akun Anda.

Setelah Anda berhasil membuat akun Scopus, Anda dapat mengakses database jurnal ilmiah yang tercakup dalam Scopus dan menggunakan.

Mulai Melakukan Pencarian Melalui Scopus

Salah satu keunggulan Scopus adalah fitur pencarian yang sangat canggih, sehingga para pengguna dapat menemukan jurnal ilmiah yang relevan dengan cepat dan mudah. Berikut adalah cara mencari jurnal melalui Scopus:

  1. Buka halaman utama Scopus di https://www.scopus.com/
  2. Masuk dengan menggunakan akun Scopus yang telah dibuat sebelumnya.
  3. Klik tombol “Search” di kanan atas halaman.
  4. Masukkan kata kunci yang relevan dengan bidang yang Anda minati dalam kotak pencarian.
  5. Klik tombol “Search” untuk melakukan pencarian.

Scopus akan menampilkan daftar jurnal yang relevan dengan kata kunci yang Anda masukkan. Anda dapat menyortir hasil pencarian berdasarkan indikator seperti Impact Factor, SNIP, dan SJR untuk mengevaluasi kualitas jurnal. Anda juga dapat menemukan artikel dalam jurnal yang relevan dengan kata kunci yang Anda masukkan dengan mengklik pada judul jurnal.

Selain itu Scopus juga menyediakan fitur Advanced Search yang memungkinkan para pengguna untuk mencari jurnal dengan kriteria yang lebih spesifik seperti tanggal terbit, penerbit, subjek, dan lainnya.

Apa Itu Impact Factor ?

Artikel Menarik Wajib di Baca  Scopus adalah database Jurnal Terbesar

Impact Factor adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas jurnal ilmiah. Indikator ini dihitung dan diterbitkan oleh Institute for Scientific Information (ISI) dan saat ini dikelola oleh Clarivate Analytics. Impact Factor mengukur rata-rata jumlah citasi artikel dalam jurnal ilmiah dalam periode waktu tertentu.

Impact Factor dihitung dengan menjumlahkan seluruh citasi dari artikel dalam jurnal dalam periode waktu tertentu (biasanya 2 tahun) dan membagi dengan jumlah artikel yang diterbitkan dalam jurnal tersebut dalam periode waktu yang sama. Misalnya, jika sebuah jurnal menerbitkan 100 artikel dalam periode 2 tahun dan artikel-artikel tersebut dikutip sebanyak 500 kali, maka Impact Factor jurnal tersebut adalah 5.

Impact Factor dianggap sebagai indikator yang baik untuk mengevaluasi kualitas jurnal ilmiah, karena jurnal yang memiliki Impact Factor tinggi dianggap memiliki artikel yang berkualitas tinggi dan banyak dikutip oleh para peneliti dalam bidang yang sama. Namun, Impact Factor tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran kualitas jurnal, karena ada jurnal ilmiah yang memiliki kontribusi yang signifikan tetapi tidak memiliki Impact Factor yang tinggi.

Beberapa hal yang perlu diingat ketika mengevaluasi jurnal menggunakan Impact Factor:

  • Impact Factor hanya mengukur citasi dari artikel dalam jurnal, bukan kualitas penelitian itu sendiri
  • Impact Factor hanya mengukur citasi dari artikel dalam jurnal dalam periode waktu tertentu, jadi jurnal yang baru saja muncul mungkin belum memiliki Impact Factor
  • Impact Factor hanya mengukur citasi dari artikel dalam jurnal yang terdaftar dalam ISI, jadi jurnal yang tidak terdaftar dalam ISI tidak memiliki Impact Factor

Dalam penelitian, sebaiknya untuk mengevaluasi kualitas jurnal ilmiah adalah dengan menggunakan beberapa indikator yang berbeda seperti Impact Factor, SNIP, dan SJR.

Apa Yang Dimaksud SNIP ?

SNIP (Source Normalized Impact per Paper) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas jurnal ilmiah. Indikator ini dihitung dan diterbitkan oleh CWTS (Center for Science and Technology Studies) Leiden University, Belanda. SNIP mengukur rata-rata citasi artikel dalam jurnal ilmiah dalam periode waktu tertentu dengan memperhitungkan konteks subjek jurnal tersebut.

SNIP dihitung dengan menjumlahkan seluruh citasi dari artikel dalam jurnal dalam periode waktu tertentu (biasanya 3 tahun) dan membagi dengan jumlah artikel yang diterbitkan dalam jurnal tersebut dalam periode waktu yang sama. Selain itu, SNIP juga memperhitungkan konteks subjek jurnal dengan membandingkan citasi dari jurnal tersebut dengan rata-rata citasi jurnal dalam subjek yang sama.

Artikel Menarik Wajib di Baca  20 Jurnal Scopus Bidang Manajemen, Economi dan Kewirausahaan, Favorit Penulis dari Indonesia

SNIP dianggap sebagai indikator yang baik untuk mengevaluasi kualitas jurnal ilmiah, karena ia memperhitungkan konteks subjek jurnal sehingga dapat mengukur citasi yang lebih obyektif dibandingkan dengan indikator lain seperti Impact Factor. Namun, SNIP juga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran kualitas jurnal, karena ada jurnal ilmiah yang memiliki kontribusi yang signifikan tetapi tidak memiliki SNIP yang tinggi.

Beberapa hal yang perlu diingat ketika mengevaluasi jurnal menggunakan SNIP:

  • SNIP memperhitungkan konteks subjek jurnal, sehingga dapat memberikan ukuran yang lebih obyektif dibandingkan dengan indikator lain
  • SNIP hanya mengukur citasi dari artikel dalam jurnal dalam periode waktu tertentu, jadi jurnal yang baru saja muncul mungkin belum memiliki SNIP
  • SNIP hanya mengukur citasi dari artikel dalam jurnal yang terdaftar dalam Scopus, jadi jurnal yang tidak terdaftar dalam Scopus tidak memiliki SNIP

Apa Itu SJR ?

SJR (SCImago Journal Rank) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas jurnal ilmiah. Indikator ini dihitung dan diterbitkan oleh SCImago Research Group, Spanyol. SJR mengukur rata-rata citasi artikel dalam jurnal ilmiah dalam periode waktu tertentu dengan memperhitungkan konteks subjek jurnal tersebut dan juga sumber citasi.

SJR dihitung dengan menjumlahkan seluruh citasi dari artikel dalam jurnal dalam periode waktu tertentu (biasanya 3 tahun) dan membagi dengan jumlah artikel yang diterbitkan dalam jurnal tersebut dalam periode waktu yang sama. Selain itu, SJR juga memperhitungkan konteks subjek jurnal dengan membandingkan citasi dari jurnal tersebut dengan rata-rata citasi jurnal dalam subjek yang sama. Selain itu, SJR juga memperhitungkan sumber dari citasi yang diperoleh, seperti jurnal yang lebih prestisius akan memberikan bobot yang lebih tinggi dibandingkan dengan jurnal yang kurang prestisius.

SJR dianggap sebagai indikator yang baik untuk mengevaluasi kualitas jurnal ilmiah, karena ia memperhitungkan konteks subjek jurnal dan sumber citasi sehingga dapat memberikan ukuran yang lebih obyektif dibandingkan dengan indikator lain seperti Impact Factor. Namun, SJR juga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran kualitas jurnal, karena ada jurnal ilmiah yang memiliki kontribusi yang signifikan tetapi tidak memiliki SJR yang tinggi.

Beberapa hal yang perlu diingat ketika mengevaluasi jurnal menggunakan SJR:

  • SJR memperhitungkan konteks subjek jurnal dan sumber citasi, sehingga dapat memberikan ukuran yang lebih obyektif dibandingkan dengan indikator lain
  • SJR hanya mengukur citasi dari artikel dalam jurnal dalam periode waktu tertentu, jadi jurnal yang baru saja muncul mungkin belum memiliki SJR
  • SJR hanya mengukur citasi dari artikel dalam jurnal yang terdaftar dalam Scopus, jadi jurnal yang tidak terdaftar dalam Scopus tidak memiliki SJR

1 thought on “Cara Mencari Jurnal Ilmiah Scopus”

Leave a Comment

WhatsApp WhatsApp us