fbpx

Mempublikasikan Karya Ilmiah dalam jurnal terindeks Scopus

Artikel ini berisi tentang panduan tentang bagaimana cara mempublikasi paper di jurnal terindeks Scopus. Sebelumnya, kami ingin menyampaikan bahwa www.native-proofreading.com tidak memiliki motivasi untuk mempopulerkan scopus, ataupun mempromosikan scopus. Antara mereka dan www.native-proofreading.com adalah dua entitas berbeda dan tidak terkait apapun, Mari kita pahami dengan detail beberapa informasi penting berikut:

Apa itu indeks Scopus?

Scopus adalah salah satu dari basis data jurnal (database), konsep penilaian sejawat (peer-review journals), buku, proses konferensi, dan publikasi apapun yang paling maju, terbesar dan terbanyak. Scopus menekankan pengindeksan jurnal yang memiliki kualitas tinggi. Jurnal yang terindeks mendapatkan reputasi akademik yang lebih tinggi secara global.

Apa itu jurnal yang terindeks Scopus?

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, Scopus adalah salah satu database jurnal dan majalah yang terbesar dan berkualitas tinggi, sehingga jurnal yang diindex memiliki kualitas tinggi. Ada 1.4 trilion sitasi referensi, yang di sitasi sejak tahun 1970. Ada 70 ribu profil institusi, 16 juta profil penulis dan 5000 publisher yang tercakup dalam scopus ini. Sehingga mereka mengklaim sebagai perusahaan yang sangat mempertahankan nilai kualitas ini, scopus selalu mengawasi proses publikasi di sebuah jurnal. Setiap tahun ada jurnal yang masuk dan ada jurnal yang di delisting (dikeluarkan), karena berbagaihal termasuk persoalan kualitas. Jurnal yang masuk dalam daftar Scopus dikenal sebagai jurnal terindeks Scopus.

Bagaimana cara memeriksa jurnal terindeks Scopus?

Scopus memiliki daftar jurnal terindeks dan sebagai pengguna, dapatt dengan mudah menemukan jurnal yang tepat sesuai dengan topik yang diminati. Ada beberapa jurnal dalam bidang dan domain subjek serupa. Ini dapat dicari jurnal dengan cara berikut :

  1. Bidang studi
  2. Judul jurnal
  3. Penerbit
  4. ISSN

Untuk bisa masuk ke website scopus, IP kita harus berlangganan. Biasanya setiap universitas di Indonesia memiliki hak akses ini. Atau memiliki login yang sudah dibuatkan oleh institusi. Atau bisa menggunakan author form, tetapi cara ini memiliki keterbatasan informasi.Setelah kita masuk ke www.scopus.com, maka informasi berikut akan tersedia:

Jika kita memiliki salah satu informasi di atas, kita dapat dengan mudah mencari. Jika masih tidak dapat menemukan jurnal yang tepat sesuai dengan topik, maka kita dapat memilih “Bidang Studi” dan pilih “Masukkan Bidang Studi“, seperdi pada gambar di bawah ini:

Harus diingat bahwa Jika kita menemukan jurnal yang mengklaim terindeks di Scopus, maka kita dapat memasukkan ISSN atau Judul jurnal dalam opsi pencarian di atas dan memeriksanya di daftar. Cek jurnalnya di link ini  https://www.scopus.com/sources.

Prosedur untuk mempublikasikan dalam jurnal terindeks Scopus

Seperti yang kita ketahui Scopus adalah platform pengindeksan untuk jurnal berperingkat tinggi, sehingga dibutuhkan prosedur agar dapat dipublikasikan dalam jurnal terindeks Scopus. Berikut adalah prosedurnya :

  1. Pilih jurnal yang tepat.

Seperti yang telah kita diskusikan, Scopus memiliki banyak jurnal terindeks dalam databasenya. Jadi pilih jurnal kita dari pencarian Jurnal. Buka halaman depan (home) jurnal dan periksa informasinya.

kita dapat memilih jurnal dengan akses terbuka atau tertutup (Open access journal atau Close access journal) sesuai kebutuhan kita. Pada dasarnya, jurnal akses terbuka adalah jurnal berbayar, dan sebagai penulis kita harus membayar biaya pemrosesan artikel ke jurnal. Sebagai contoh, ini adalah salah satu jurnal terindex scopus : Journal of Business Economics & Management.

Di halaan depan website journal tersebut disebutkan memiliki Quartile 2 dan 3, untuk Ekonomian dan business, berturut turut.

  • Siapkan papernya

Setelah memilih jurnal yang tepat, kita perlu menyiapkan paper kita sesuai dengan format jurnal. kita juga dapat bantuan dari contoh artikel yang tersedia di halaman website Jurnal. Baca dengan cermat semua syarat dan ketentuan jurnal sebelum mengirimkan paper. Baca baik baik guidelines for authors, karena mencakup persyaratan-persyaratan tentang paper, misalnya formating, maksimal halaman, maksimal gambar dan ketentuan-ketentuan lain (lihat gambar berikut).

Periksa semua penerbitan yang lalu dan tanggal penerbitan mendatang. Periksa tanggal penerbitan mendatang apakah cocok dengan ppaper kita. Gambar berikut adalah contoh artikel dalam jurnal tersebut :

Sebagai contoh: Jika tanggal pengiriman universitas saya adalah Maret 2019, maka saya harus menerbitkan paper sebelum Maret 2019, kirimkan paper kita 6 bulan hingga 1 tahun sebelumnya. Jika penerbitan akan keluar pada bulan April atau Mei 2019 di mana paper saya accept, maka dapat menimbulkan masalah.

Penulis dari negara bukan native (bahasa ibu), bukan bahasa Inggris, biasanya menghadapi masalah bahasa. Hal ini umum karena, expressi kepenulisan dalam setiah bahasa di dunia berbeda. Seperti bahasa Indonesia yang terkesan lebih banyak berbasa basi, sopan, dan tidak menampilkan persoalan secara langsung. Bahasa Inggris, lebih lugas, tegas, dan langsung pada intinya. Kondisi ini membuat gaya bahasa kita kadang di tolak oleh reviewer yang merupakan native dan ahli di bidangnya.

www.native-proofreading menjembatani hal tersebut, untuk meningkatkan kualitas kepenulisan. Anda bisa WA di pojok bawah, untuk konsultasi dengan kami. Kami secara serius memsuki bisnis translation (translate bahasa indonesia ke bahasa inggris) Proofreading dan editing untuk menghaluskan paper yang sudah dalam bahasa inggris. Kami konsentrasi pada translate dan profreaing untuk dokumen publikasi ilmiah seperti junal dan conference. Cek website kami :

  • Kirimkan papernya

Setelah memilih jurnal, sekarang saatnya untuk mengirimkan paper. Sebagian besar Jurnal mengikuti proses pengajuan online di mana kita perlu membuat akun online dengan email dan beberapa informasi kontak dasar. Saat pengajuan, kita harus mengurus semua informasi dalam formulir. Salah satu contoh sistem OJS.

Setelah itu, kita dapat memperoleh konfirmasi untuk penerbit jurnal di email kita. Jadi, periksa email di pesan konfirmasi. Jika tidak kita tidak mendapatnya, hubungi editor.

Beberapa jurnal juga menerima paper untuk ditinjau melalui email. kita dapat menemukan email tersebut dari situs web jurnal. Berikut contoh jurnal yang memiliki submission dengan e-mai, sebagai contoh : International Journal of Smart Grid and Clean Energy.

  • Notifikasi pra-publikasi

Setiap jurnal membutuhkan waktu minimal 5 hingga 30 hari untuk pemberitahuan awal. Kadang-kadang dapat diperpanjang hingga 60 hari karena ada banyak pengajuan paper.

Secara umum, proses peninjauan selesai dalam waktu 20 hingga 60 hari sejak hari pengajuan. Setelah itu, kita dapat menerima surat penerimaan atau penolakan artikel dari editor.

kita juga dapat menerima surat untuk pengajuan kembali setelah modifikasi yang disebutkan oleh dewan editorial.

  • Pengajuan hak cipta.

Ini adalah hal yang paling penting untuk jurnal apa pun. Sebagai penulis, kita perlu mentransfer hak cipta ke jurnal. Setiap jurnal memiliki format hak cipta yang berbeda. Jadi, kita perlu membaca dengan cermat perjanjian hak cipta sebelum menkitatanganinya dan mengirimkannya kembali ke editor.

Jika jurnal memiliki biaya pemrosesan artikel, maka kita harus membayarnya setelah mendapatkan surat penerimaan saja dan mengirimkan bukti pembayaran kepada editor bersama dengan formulir hak cipta.

  • Konfirmasi publikasi

Setelah semua proses selesai, termasuk proses komentar oleh reviewer dan revisi oleh author (anda), paper akan diterbitkan dan kita mungkin mendapatkan pemberitahuan publikasi tentang paper kita. Semua jurnal memiliki periode ulasan gratis, jika ada kesalahan dalam publikasi paper kita, kita dapat menghubungi editor.

Beberapa jurnal memiliki prosedur untuk mendapatkan paper teredit yang diverifikasi dari penulis sebelum publikasi.

www.native-proofreading.com

Leave a Comment

WhatsApp WhatsApp us