Hati-hati dengan Hijacked Journal, Bagaimana mengetahuinya ?

Publikasi karya tulis ilmiah adalah sebuah keajiban bagi akadmeisi, researcher, dosen, professor dan mahasiswa pasca-sarjana. Ini dapat dikatakan juga bahwa nasib karir dari seorang akademisi sangat ditentukan oleh kemampuan publikasinya di kancah nasional hingga international. Agar karir semakin cerah dan tidak tersandung masalah terkait publikasi, seorang penulis harus paham betul jurnal yang bereputasi dan menghindari jurnal predatory dan hijacked.

Salah satu penyebab suatu journal dikategoikan sebagai predatory yaitu hijacked journal, atau bisa disebut sebagai jurnal bajakan, kloningan atau tiruan. Biasanya penjahat dunia maya membuat situs web penipuan dengan tujuan menawarkan kesempatan kepada para akademisi untuk mempublikasikan penelitian mereka secara online dengan biaya tertentu. Orientasi mereka hanya uang sehingga sangat mudah submit dan publikasi di situs jurnal tersebut. Pada umumnya penjahat ini menyasar jurnal yang bagus, terindeks scopus. Selain dengan jurnal, pembajakan juga bisa terjadi pada taraf conference internasional.

Jurnal Terindeks Scopus

Dalam proses pembajakan ini seorang pembajak, membajak jurnal hanya pada fersi cetak dengan mendaftarkan nama domain dan membuat situs web palsu yang berisi konten dari jurnal yang akan dibajak Salah satu contoh Jurnal pertama yang dibajak adalah jurnal Swiss Archives des Sciences. Proses pembajakan kemudian meluas, pada tahun 2012 hingga 2013, lebih dari 20 jurnal akademik dibajak. Dalam beberapa kasus, penipu menemukan korbannya dalam proses konferensi, mengekstrak email penulis dari kertas dan mengirimi mereka email palsu untuk meminta dokumen dan berjanji akan mempublikasikan ke jurnal mereka.

Untuk saat ini jurnal dalam vesi online sudah sangat banyak, walaupun demikian tidak menjadikan para penjahat ini kehilangan akal. Ada kasus pembajakan memanfaatkan kelengahan para pengelola jurnal online yang lupa tidak memperpanjang kontrak domainnya. Misal, ada sebuah jurnal yang baik, yang memiliki domain (www.nama_domani.com), domain ini biasanya harus diperpanjang setiap tahun, pada situs penyedia domain, misal Godaddy.com. Ketika terjadi kealpaan dalam mendaftarkan domainnya, ada orang lain yang membeli domain tersebut, sehingga ada website baru yang sama persis. Sementara website yang sah, sudah tidak bisa muncul, karena tidak diperpanjang.

Artikel Menarik Wajib di Baca  Jurnal Safety dan kesehatan, Q2, Scopus, MDPI, proses selama 3-6 Bulan.

Untuk mengetahui suatu jurnal tergolong hijacked atau bukan bisa ditelusuri di web berikut, https://beallslist.net/hijacked-journals/. Di website ini menyediakan alamat website dari jurnal yang dibajak (asli) dan jurnal bajakannya (hijacked). Hingga sekarang pengelola website tesebut telah memperbarui datanya sebanyak dua kali yaitu pada 19 Desember 2016 dan 18 November 2020.

 

 

Jasa Proofreading Scopus

https://native-proofreading.com merupakan perusahaan rintisan spesialis pertama di Indonesia untuk  jasa proofreading dan translation publikasi ilmiah seperti jurnal, conference, thesis, disertation. Kami tidak mentranslate selain publikasi ilmiah. Untuk diskusi dan komunikasi add WA kami di 0852-9073-5358.

Leave a Comment

WhatsApp WhatsApp us