fbpx

Jurnal Scopus Discontinue dan Nasib Paper

Beberapa hari yang lalu, banyak pertanyaan terkait dengan discontinue. Ini setelah kami www.native-proofreading.com, mempublikasikan artikel dengan tema discontinue, yaitu artikel dengan judul “Hati-hati, ini 4 Jurnal Yang Discontinue yang sering di Submit Oleh Penulis Indonsia (IJICC, IJSTR, JCR, TEM)” dan “Hati-Hati Dengan Jurnal ini : Discontinue Scopus Terbaru

Apakah paper yang telah terbit, sebelum keputusan discontinue ini masih masuk dalam coverage index scopus ? Atau semua paper di hapus keseluruhan dalam index scopus walaupun terbit sebelum keputusan discontinue ini ? Sebelum menjawab ini marilah kita bahasa apa yang dimaksud dengan discontinue journal.

Salah satu aspek yang menjadi pertimbangan peneliti adalah status indeksasi jurnal. Scopus merupakan salah satu pengindex terbesar dari banyak index lainnya seperti Web of Science, Social Sciences Citation Index, Emerging Sources Citation Index (ESCI), Directory of Open Access Journals (DOAJ), INSPEC, Google Scholar, dan lain nya.

Sebagai pengindex terbesar, scopus terus mengevaluasi kelayakan jurnal untuk masuk dalam databasenya. Selama proses evaluasi ulang ini, beberapa masalah publikasi mungkin muncul dari di tingkat jurnal atau penerbitnya. Akibatnya, Scopus secara berkala menerbitkan daftar jurnal yang dihentikan karena tidak sesuai dengan standard jurnal mereka, inilah yang disebut dengan discontinue. (Kami akan menerbitkan tentang standard scopus dalam discontinue, apabila ada comment dari pembaca di bawah ini).

Menurut penelitian tentang Discontinue ini, tidak semua jurnal memperbarui situs web mereka untuk memberi tahu pembaca, bahwa mereka telah dihentikan. Studi ini menunjukkan bahwa 56 jurnal yang dihentikan pada tahun 2016 saat ini menegaskan di situsnya bahwa mereka diindeks oleh Scopus, sehingga ini menimbulkan kebingungan bagi author.

Selain itu, 20 jurnal lainnya yang dihentikan pada tahun 2016, yang tidak secara spesifik menyatakan bahwa mereka diindeks oleh Scopus, dan mereka masih menyertakan widget dari SCImago yang dapat menimbulkan kebingungan tentang situasi pengindeksan mereka. Sehingga author harus berhati-hati.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah paper saya yang terbit sebelum keputusan discontinue ini, akan di cabut dari index scopus ? Jawabannya adalah tidak. Scopus masih tetap mengindeks paper-paper yang masuk sebelum keputusan ini, hal ini bisa di lihat dalam website scopus.com tentang informasi coverage, seperti yang dijelaskan pada gambar berikut:

  1. Pertama adalah, kita masuk ke web scopus.com

2. Login dengan username dan password kita, jika belum memiliki, maka kita harus sign-up atau registrasi. Kemudian masuk ke bagian Sources

3. Masukan Kata kunci berdasarkan ISSN atau Title (judul dari jurnal), dan tekan button “Find Sources”. Misalnya kita akan mencari coverage Academy of Marketing Studies Journal.

4. Kita bisa lihat profil Academy of Marketing Studies Journal , dan didalam informasi ini terdapat Scopus coverage 2008 – 2016. Dan silahkan masuk link Scopus content coverage.

5. Selanjutnya muncul gambar di bawahnya, tentang coverage artikel artikel yang di index. Scopus masih terus mengindex dan masih ada didalam databasenya, selama coverage tahun tersebut. Selanjutnya pada tahun 2016, jurnal ini discontinue, dan semua artikel selepas itu, tidak di index lagi.

Kesimpulan artikel ini adalah bahwa setiap paper yang terbit sebelum masa discontiue, akan terus dalam index scopus, tidak akan di hapus. Terima kasih, semoga bermanfaat.


https://native-proofreading.com
merupakan perusahaan spesialis pertama di Indonesia untuk translation dan proofreading publikasi ilmiah seperti jurnal, conference, thesis, disertation. Kami tidak mentranslate selain publikasi ilmiah. Untuk diskusi dan komunikasi add WA kami di 0852-9073-5358

Jasa Proofreading Scopus

4 thoughts on “Jurnal Scopus Discontinue dan Nasib Paper”

  1. Terimakasih banyak atas informasinya yang sangat berharga ini, saya ada pertanyaan.
    Pada bulan Agsutus 2020 Paper saya sdh terindeks di scopus.com , tetapi pada bulan oktober 2020, artikel tersebut hilang dari Author Profile SCOPUS saya, kenapa demikian ya? Kemudian langkah apa yang harus saya lakukan agar paper tersebut masuk kembali kedalam Author Profile SCOPUS saya? Terimakasih banyak.

    Reply
  2. Terimkasih. Sangat bermanfaat informasinya. Saya menunggu pembahasaan ttg standar scopus melakukan discontinue. kalau bisa dibahas pula apa standar scopus utk menerima jurnal/penerbit untuk bisa masuk dalam database scopus.
    Karena jika saya lihat banyak pula jurnal2 yang tidak begitu kredibel bisa masuk dalam database scopus.

    Saya tunggu artikel2 selanjutnya dari native proofreading

    Reply

Leave a Comment

WhatsApp WhatsApp us