78.77 % Jurnal Scopus dari Q1 hingga Q4 adalah GRATIS : Mematahkan pendapat bahwa jurnal Scopus HARUS BAYAR

Kesimpulan.

Ini artinya, dari total 24701 Jurnal Q1-Q4, sebagian jurnal atau 5245 Jurnal, merupakan Open Access, sehingga : 24701 – 5245 = 19456 Jurnal adalah Non-Open Access, dan sebagian adalah memiliki skema Hybrid. Ini berarti Ada 21.23% jurnal adalah Open Access dan 78.77% adalah Non-Open Access, atau keduanya. Jadi tidak benar adanya bahwa sebagian jurnal berbayar, malah sebaliknya, sebagian jurnal adalah GRATIS

Silahkan baca ulasan lengkap dan perhitungan serta sumber di bawah ini.

Kami https://native-proofreading.com/, bukan bagian dari scopus dan tidak untuk mempromosikan scopus. Ini hanya artikel pendapat kami, yang bisa jadi ada ketidaksetujuan maupun kesetujuan dari pembaca. Perbedaan adalah keindahan.

Banyak perdebatan diantara authors bahwa, sebagian besar jurnal scopus adalah bayar. Bahkan banyak yang gelap mata bahwa semua jurnal scopus harus bayar. Sebanarnya darimana mereka berpendapat seperti itu ?

Uraian berikut akan memaparkan analisis jumlah Jurnal akses terbuka dan jurnal akses tidak-terbuka, sekarang mari kita sebut Jurnal Open Access dan Non-open Acces. Open access identik dengan jurnal berbayar, sebaliknya non-open access adalah gratis. Sebelum kita memasuki data analisis, kami sedikit memaparkan apa itu open acces dan non-open access ?

Perbedaan antara penerbitan (Publishing) di jurnal Open Access dan di jurnal akses tidak terbuka?

Artikel jurnal yang merupakan Open Access tersedia secara bebas di Internet dan dapat diakses secara terbuka untuk semua orang. Itu membuat artikel-artikel ini lebih mungkin untuk digunakan, di download, di baca dan dikutip. Sebaliknya, artikel yang muncul di jurnal Non-open Access pada awalnya hanya dapat dilihat oleh orang-orang di lembaga yang memiliki lisensi untuk jurnal khusus ini.

Jurnal Open Access menekankan pada peningkatan visibilitas dan aksesibilitas, jurnal-jurnal tersebut secara eksklusif diterbitkan dalam format elektronik. Sebaliknya, jurnal Non-open Access sering menawarkan edisi cetak jurnal selain versi elektronik.

Banyak yang yang berprasangka bahwa Jurnal Open Access memiliki kualitas paper yang lebih rendah ketika datang ke publikasi jurnal (red-editor). Pandangan ini tidak didukung oleh fakta. Jurnal Open Access juga menggunakan proses peer review, dan beberapa jurnal memiliki Impac Factor yang tinggi (Faktor Dampak Jurnal), artikel tentang faktor dampak akan kami kupas di artikel selanjutnya.

Besar kemungkinan jumlah jurnal Open Access dengan Impact Factor akan terus meningkat. Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan visibilitas mengarah pada keunggulan dampak kutipan. Semakin open, semakin bayak di kutip.

APC Open Access

Biaya pemrosesan artikel (article processing charge-APC), juga dikenal sebagai biaya publikasi, adalah biaya yang dibebankan kepada penulis untuk membuat paper mereka tersedia pada Open Access. Biaya ini dapat dibayarkan oleh penulis, lembaga penulis, atau penyandang dana penelitian mereka. Beberapa penerbit membebaskan biaya dalam kasus kesulitan atau lokasi geografis, tetapi ini bukan praktik yang tersebar luas. Biaya pemrosesan artikel tidak menjamin bahwa penulis memiliki hak cipta atas karya tersebut, atau bahwa itu akan tersedia di bawah lisensi Creative Commons

Jumlah Open Access, Non-Open Access, Maupun Hybrid Journal

Sekarang kita membahas tentang jumlah data jurnal yang memiliki skema Open Access, Non-Open Access maupun memiliki skema keduanya (Hybrid). Kami menggunakan data Schimagojr. Secara umum data jurnal yang tercakup di schimagjr merupakan jurnal scopus. Tetapi, terkadang data yang terpada pada schimagojr tidak terupdate secara realtime, alias ketinggalan, dibandingkan dengan data milik www.scopus.com, secara langsung. Tetapi ini adalah hanya kasus kecil, tentang jurnal jurnal yang masa tayang di scopus habis dan tidak di perpanjang. Sehingga kami tetap memakai data schimagojr adalah data valid.

Sekarang silahkan masuk https://www.scimagojr.com/ dan klik “Jurnal Rangkins”

Kemudian ubah “Types” menjadi “Journal”, dan perhatikan kolom angka 1-50, 24701. Artinya ada sekitar 24701 Jurnal dari Q1-Q4 yang terindex Scopus. Begitu banyak jurnal scopus, merupakan kesempatan kita ambil bagian menjadi salah satu penulisnya. Ini adalah jumlah keseluruhan Jurnal (Q1-Q4), baik Open Acces, Non-Open Acces ataupun Hybrid.

Selanjutnya, mari kita bandingkan berapa jumlah jurnal yang hanya memiliki skela Open Acces, dan kemungkinan besar memiliki APC. Perhatikan kolom rectangle merah “Only Open Acces Journals”, dan perhatikan juga kolom angka 1-50 of “5245”.

Kesimpulan

Ini artinya, dari total 24701 Jurnal Q1-Q4, sebagian jurnal atau 5245 Jurnal, merupakan Open Access, sehingga : 24701 – 5245 = 19456 Jurnal adalah Non-Open Access, dan sebagian adalah memiliki skema Hybrid. Ini berarti Ada 21.23% jurnal adalah Open Access dan 78.77% adalah Non-Open Access, atau keduanya. Jadi tidak benar adanya bahwa sebagian jurnal berbayar, malah sebaliknya, sebagian jurnal adalah GRATIS.

Usulan ulasan

Kami membuka usulan ulasan artikel dari Bapak/Ibu pembaca dan bisa di sampaikan di web kami di https://native-proofreading.com/

https://native-proofreading.com/ merupakan perusahaan spesialis pertama di Indonesia untuk translation dan proofreading publikasi ilmiah seperti jurnal, conference, thesis, disertaton. Kami tidak mentranslate selain publikasi ilmiah. Untuk diskusi, komunikasi dengan kami di WA di pojok kanan bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *