fbpx

Penolakan (Rejection) Paper oleh Jurnal

Hari ini kami ingin sharing tentang jenis penolakan atau rejection pada paper oleh jurnal. Pada proses publikasi ada dua macam jenis penolakan, yaitu: penolakan editor, dan penolakan oleh reviewer. Berikut detailnya :

penolakan paper

DAFTAR PUSTAKA

  1. PENOLAKAN BERDASARKAN EDITOR
  2. PENOLAKAN BERDASARKAN REVIEWER
  3. BEBERAPA KASUS
  4. DEADLINE / TENGGAT WAKTU
  5. TIPS

  1. PENOLAKAN BERDASARKAN EDITOR

Ketika paper ditolak oleh editor biasanya adalah persoalan scope yang diluar kontex dari jurnal tersebut. Faktor lain adalah kualitas paper yang terlalu buruk, kesalahan tata bahasa, kurangnya inovasi dan tidak adanya novelty atau kebaharuan. Jika mengalami masalah ini sebaiknya perbaiki artikel tersebut dan mengirimkannya ke jurnal lain, karena sangat sulit untuk masuk ke jurnal yang sama.

2. PENOLAKAN BERDASARKAN REVIEWER

Hal ini terjadi karena editor menolak artikel dengan mengevaluasi komentar reviewer dan biasanya di email untuk tidak mengirimkan artikel lagi. Pada kondisi ini lebih baik memperbaiki apa yang diminta oleh reviewer (jika benar). Bila tidak sepakat dengan komentar reviewer lebih baik diserahkan ke jurnal lain. Selain itu, juga bisa mengirimkan artikel ke jurnal yang sama meski tidak disarankan.

Setiap artikel yang ditolak berpeluang untuk dikirim kembali ke jurnal lain jika dilakukan revisi yang diperlukan. Lebih dari 60% artikel yang dikirim ke jurnal ditolak atau meminta revisi. Jika mengalami hal ini, jangan khawatir dan jangan menganggap artikel yang telah di,uat tidak berharga dan menganggap tidak dapat mempublikasikannya. Banyak peneliti telah mampu mempublikasikan artikel mereka yang ditolak di jurnal lain setelah merevisinya dan membuat perubahan yang diperlukan.

3. BEBERAPA KASUS

Artikel yang telah ditinjau, dan kemudian dikembalikan kepada kita dengan komentar dan saran terlampir. Maka, memperbaiki artikel dengan menerapkan komentar akan membantu meningkatkan kualitas naskah.

Yang harus dilakukan adalah fokus dengan cermat pada komentar reviewer. Jika dua atau lebih reviewer telah mengomentari satu bagian artikel yang sama, ini berarti bahwa bagian tersebut pasti memiliki kekurangan yang substansial. Bila mengalami kondisi tersebut yang harus dilakukan adalah memperbaiki artikel.

Umumnya, revisi artikel adalah revisi kecil (minor) atau besar (mayor). Revisi kecil mudah dilakukan hanya perlu berhati-hati dalam memperbaikinya misalnya persoalan formating, font, paragraf dll. Tapi memperbaiki revisi mayor lebih sulit dan butuh perjuangan besar. Ini terjadi ketika artikel yang di serahkan memiliki salah satu dari kondisi berikut:

  1. Komentar reviewer benar dan peneliti menerimanya. Dalam kasus ini, peneliti harus mengikuti petunjuk reviewer dan menerapkan komentar mereka.
  2.  Jika beberapa komentar reviewer tidak valid, maka mengklarifikasi kesalahan reviewer dengan menulis penjelasan logis kepada mereka. Bila memungkinkan melampirkan bukti-bukti pendukung yang tidak tercantum pada artikel seperti video, foto, peraga dan lain sebagainya namun, harus sesuai konteks dengan apa yang dibahas.
  3. Setelah melakukan perbaikan pada naskah, sebaiknya berikan dua jenis naskah yaitu naskah perubahan yang bersih dan naskah dengan lacak perubahan (track changes). Berikan pula surat pengantar (Cover letter) untuk menjelaskan alasan-alasan perubahan atau mempertahankan bagian-bagian yang dikomentari oleh reviewer.
  4. Terkadang reviewer bahkan editor salah mengartikan artikel karena kurang memahami artikel. Jika yakin bahwa pendapat reviewer salah, lakukan salah satu hal berikut: Menarik artikel dari proses review jurnal tersebut dan mengirimkannya ke jurnal lain. Tetapi jika ingin mengirimkannya kembali ke jurnal yang sama harus dilakukan perbaikan sebaik mungkin. Menolak komentar reviewer dilakukan dengan cara yang logis, rasional, dan, tentu saja, sopan dengan bukti pendukung.

4. DEADLINE / TENGGAT WAKTU

Jika ingin kembali mengirimkan artikel ke jurnal yang sama, pertimbangkan tenggat waktunya. Gagal memenuhi tenggat waktu penyerahan artikel berarti telah membatalkan dan artikel akan dihapus dari proses review. Tetapi ada sebagian jurnal yang mau memberikan extend deadline jika kita bisa mengutarakan sebab nya. Jika menyerahkan makalah ke jurnal setelah tenggat waktu, ada kemungkinan reviewer telah berubah dan makalah harus melalui proses peninjauan lagi.

5. TIPS

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan tentang mereview sebuah artikel:

  1. Baca komentar reviewer dengan cermat dan persiapkan surat mendetail dari jawaban untuk komentas dari reviewer. Buat file Answer to reviewer.
  2. Jawab semua komentar dan pertanyaan.
  3. Beri nomor halaman dan baris teks artikel sehingga dapat secara akurat merujuk ke tempat perubahan yang telah dibuat.
  4. Gunakan font dari kalimat yang dimodifikasi untuk menentukan dengan tepat di mana kita mengubah artikel.
  5. Nada tanggapan ke email editor tidak boleh menyinggung atau bermusuhan. Buatlah cover letter yang baik.
  6. Ikuti tenggat waktu yang ditetapkan oleh editor untuk mengirim ulang artikel yang telah direvisi.


https://native-proofreading.com adalah sebuah merupakan perusahaan spesialis pertama di Indonesia untuk translation dan proofreading publikasi ilmiah seperti jurnal, conference, thesis, disertaton. Kami tidak mentranslate selain publikasi ilmiah. Untuk diskusi dan komunikasi add WA kami di 0852-9073-5358



Leave a Comment

WhatsApp WhatsApp us